Selasa, 10 Februari 2009

KKSP Bangun Tiga Children Center di NAD

Meulaboh – Yayasan KKSP membangun tiga unit Children Center (CC) di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pembangunan ini dimaksudkan untuk mendukung ketersediaan sarana pendidikan alternatif bagi anak di provinsi tersebut.

Project Coordinator KKSP Meulaboh Taufik H. Harahap menyatakan, dari tiga unit CC tersebut, sebanyak dua unit dibangun di Kabupaten Aceh Barat. Masing-masing berada di Desa Peunaga Pasi Kec. Meureubo dan Desa Blang Beurandang Kec. Johan Pahlawan. Sedangkan untuk wilayah Nagan Raya, CC tersebut dibangun di Desa Kuala Tripa, Kecamatan Darul Makmur.

“Ketiganya saat ini dalam proses penyelesaian pembangunan. Untuk wilayah Aceh Barat pembangunannya baru mencapai 70 persen dan kami perkirakan selesai pada akhir bulan Maret, sementara yang di Nagan Raya, pembangunannya diperkirakan selesai pada akhir Januari 2009 ini,” ujar Taufik di Meulaboh, Selasa (10/2/2009).

Menurut Taufik, CC tersebut nantinya akan berfungsi sebagai taman kanak-kanak pada pagi hari dan sebagai tempat kegiatan-kegiatan pembelajaran kreatif bagi anak-anak ada siang hari dan sore hari. Untuk mendukung kegiatan tersebut. CC dilengkapi dengan taman kanak-kanak, ruang diskusi, taman baca Al-Qur’an, taman bermain, perpustakaan, klinik, ruang konseling dan pusat kreativitas anak-anak.

Disebutkan Taufik, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan KKSP dalam pembuatan CC ini, tetapi terutama karena untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak untuk belajar dan bermain. Dunia anak-anak, kata Taufik, merupakan dunia bermain dan belajar, dengan bermain, anak-anak dapat berimajinasi dan mengeluarkan ide yang tersimpan dalam dirinya sehingga mereka mampu berkreativitas dengan hati gembira. Sedangkan belajar lebih kepada penyerapan ilmu pengetahuan yang didapat dari sekolah, baik melalui guru maupun buku-buku pelajaran.

“Sayangnya orangtua saat ini lebih mementingkan belajar bagi anak daripada bermainnya. Anak-anak disibukkan dengan jam sekolah yang panjang, mengikuti berbagai les dan dibebani dengan pekerjaan rumah dari sekolah. Akhirnya waktu bermain anak menjadi berkurang, padahal bermain sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan mental anak,” ujar Taufik.

Lain lagi dengan kondisi anak-anak yang terimbas konflik bersenjata dan bencana alam seperti di Aceh, dunia mereka terisi dengan rekaman ketakutan, kesedihan bahkan trauma. Bermain dan belajar menjadi dunia yang hilang buat mereka.

Kehadiran CC, kata Taufik, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk masalah ini, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak. Di CC tersebut nantinya, anak-anak dapat menyalurkan kreativitasnya melalui media seni, seperti musik, tari, teater, puisi, lukisan maupun olahraga.

Pembangunan CC yang dimulai sejak pertengahan tahun 2008 ini mendapat tanggapan positif dari pihak pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya melalui penyediaan lahan maupun perizinannya. Rencananya ketiga CC ini akan diresmikan oleh Bupati Aceh Barat dan Bupati Nagan Raya pada April 2009 mendatang. (abd/mof)

posting yang berkaitan



0 komentar:

Poskan Komentar